Hirarki Berkarya a la Neistat

Sudah sangat lama saya ingin bisa menulis dengan baik dalam Bahasa Indonesia, karena selama ini seringnya menulis di berbagai portal dalam Bahasa Inggris, dan memang masih kurang nyaman bin pede kalau menulis dalam Bahasa Indonesia. Setelah diskusi panjang lebar selama 2-3 menit dengan yang lebih jago dan berpengalaman, Fikri alias Rousyan, di sela-sela perjalanan impulsif mencari buku, kita berkesimpulan bahwa yang harus saya lakukan adalah mengikuti kata-kata bijak temen baiknya Optimus Prime berikut ini.

Yup, JUST DO IT! Jadi, kali ini, saya ingin bercerita tentang sebuah ide atau teori menarik yang dijelaskan oleh seorang filmmaker Casey Neistat di salah satu vlognya di Youtube. Ide ini terkait dengan kegiatan berkarya, atau creating. Menurut Neistat, berkarya bisa dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan pengaruhnya terhadap orang lain dan tingkat kesulitannya. Ide ini disebut Creation Hierarchy (saya terjemahkan menjadi Hirarki Berkarya) dan secara keseluruhan seperti ini.

creationhierarchyDi tingkatan pertama adalah kegiatan berkarya itu sendiri. Di langkah ini, seseorang mengubah keinginan untuk berkarya menjadi kegiatan berkarya, turn wanting to create something to actually creating something. Ini adalah langkah yang sangat sulit bagi sebagian besar orang yang ingin berkarya, termasuk saya sendiri, karena sebagian besar orang berhenti di tahap ide, sesaat sebelum mereka bener-bener berkarya. Lalu bagaimana kita bisa mulai merealisasikan sebuah ide menjadi karya nyata? Jawabannya sederhana:

Yup, lagi-lagi, JUST DO IT! Punya ide film spektakuler? Buka word processor dan mulai tulis scriptnya, ambil kertas dan pencil dan buat sketsa-sketsa screenplaynya, nyalakan kamera dan ambil gambar-gambar awal; JUST DO IT. Ingin membuat robot gundam? Buka program CAD dan mulai desain, beli komponen robot dan coba fungsi masing-masing, ambil solder dan mulai menyolder sesuatu; JUST DO IT karena setelah langkah pertama itu, biasanya akan keterusan.

Sebuah karya sudah masuk ke tingkatan berikutnya ketika karya tersebut dapat menginspirasi orang lain untuk berkarya. Seperti yang terlihat di diagram Hirarki Berkarya, membuat karya yang tergolong ke dalam kategori kedua ini jauh lebih susah dibandingkan hanya sekedar membuat karya. Contoh sederhana adalah para musisi papan atas. Saat ini, ketika seorang musisi mengeluarkan lagu barunya dan lagunya diaggap enak untuk didengar dan dinyanyikan, serentak akan banyak bermunculan cover-cover di berbagai media seperti Youtube dan Soundcloud. Lagu tersebut bisa dikatakan telah menginspirasi orang lain untuk berkarya. Walaupun tidak ada resep khusus yang dapat digunakan untuk membuat karya yang inspiratif, satu hal yang pasti harus dilakukan adalah berbagi atau bercerita tentang karya tersebut ke orang lain, intinya Show Your Work! (ini juga buku yang belum lama ini selesai saya baca, karya Austin Kleon).

Tingkatan terakhir dan tersulit dalam Hirarki Berkarya adalah membuat suatu alat yang dapat memberdayakan/membantu/mendukung (saya kurang tahu kata yang cocok, pokoknya empower) orang untuk berkarya. Misalnya, Adobe Creative Suite yang berisi program-program yang dapat digunakan untuk membuat gambar, film, musik, dll. Karya semacam Adobe Creative Suite ini memiliki pengaruh terbesar diantara karya-karya lainnya karena digunakan jutaan orang untuk berkarya, dan diantara karya-karya tersebut akan ada karya-karya yang menginspirasi orang lain untuk mulai berkarya sehingga jauh bertambah pengaruh dari karya awal, yaitu alat tersebut. Mungkin, kalau dipikir-pikir konsepnya bisa juga diperluas ke tempat-tempat/organisasi yang mendukung kegiatan berkarya seperti inkubator.

Ok, cukup sudah celotehan saya tentang karya, karya, karya. Saya akhiri post ini dengan beberapa karya teman-teman saya yang cukup inspiratif. Semoga bisa menginspirasi kamu juga.

Voltmade by Ade Harnusa

eFishery by Chrisna Aditya dkk.

Akhir kata, JUST DO IT!!!

Advertisements

2 thoughts on “Hirarki Berkarya a la Neistat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s